PAPUA NEWSLETTERS

Mari Cerdaskan generasi muda Papua Indonesia

Karena Generasi muda adalah tiang utama kemajuan. Kekuatan sebuah masyarakat bisa dilihat dari para Generasi Mudanya, karena pemuda adalah yang menunjukkan bahwa masyarakat itu sehat dan mampu untuk melangkah dengan serius dan ketekunan

KU TITIPKAN INDONESIA INI PADA ANAK CUCUMU

>>>...

100% WE LOVE INDONESIA

Banyak pujian dan kekaguman Budaya dan alammu, Kamu dan aku sama – sama cinta Cinta padamu Papuaku. Tiada yang lebih membanggakan jiwa Hanyalah Papuaku Senyuman tulus dan penuh cinta Sungguh menyentuh sanubari oohh

JANGAN BIARKAN MEREKA MERUSAK MORAL ANAK-ANAK MU

>>>...

HARUMKAN NAMA IBU PERTIWI DARI TANAH INI...!!!

...

Senin, 14 Juli 2014

CERITA RAKYAT PAPUA - ASAL MULA KATAK DI BUMI ASMAT, PAPUA.

ALKISAH, dahulu di daerah Asmat hiduplah tujuh orang bersaudara yang telah yatim piatu. Ayah dan ibu mereka telah lama meninggal karena suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Anak tertua dari tujuh bersaudara itu bernama Ker. Menyusul di belakangnya, adiknya yang bernama Okhrobit, kemudian Ovorirat. Anak yang keempat, kelima, dan keenam semuanya mempunyai sebuah nama, yaitu Beribit Ua,Beribit Enga,Beribit Uco. Dan yang paling bungsu adalah seorang anak perempuan, bernama Taraot.

Ketujuh orang bersaudara ini sepeninggalan orang tuanya diasuh oleh neneknya, bernama Yamsyaot. Nenek Yamsyaot terkenal sangat keras dalam mendidik mereka. Mereka tinggal di suatu tempat yang terpencil, jauh dari kampung-kampung lainnya. Nenek Yamsyaot membuat sebuah rumah yang hangat bagi cucunya. Rumah itu terbuat dari tiang-tiang kayu dan ijuk sebagai tembok dan atapnya. Rumah tradisional ini terkenal di seluruh Irian Jaya dengan nama honay (honai).


Rumah Honai (rumah adat suku asmat), Papua, Indonesia


Pada suatu hari Ker araucasam atakham ( dalam bahasa Asmat, artinya Ker dan adik-adiknya) turun kesungai untuk mencari ikan. Mereka mempergunakan panah kecil untuk mendapatkan ikan-ikan. Ikan yang banyak terdapat disungai itu adalah ikan vet dan bupit. Tetapi ikan-ikan itu pandai menghindar. Mereka bersembunyi di tepi sungai pada balik batu-batuan di balik batang-batang kayu. Begitu asyiknya Ker dan adik-adiknya memburu ikan-ikan, tak disadarinya anak panahnya mengenai ekor dari seekor ikan gabus yang sangat besar. Rupanya ikan yang akan di bidiknya itu bersembunyi di balik ikan gabus besar yang mungkin dikiranya batang kayu. Anak panah yang dilepaskan Ker mengenai pangkal ekor ikan gabus itu. ikan tersebut menggelepar-gelepar kesakitan.

Keenam saudara itu terkejut dan heran, mereka tidak menyengka akan menemukan ikan gabus sebesar itu. Setelah diselidiki ternyata ikan gabus itu diikat dengan seutas tali rotan dibagian kepalanya. Baru teringatlah olah mereka kalau ikan itu adalah ikan yang dipelihara olah nenek Yamsyaot rupanya ikan itu sudah lama sekali dipelihara sehingga ikan itu sangat besar dan dapat dimakan oleh satu keluarga besar.

Ker merasa sangat menyesal telah melukai ikan itu. nenek sudah dengan susah payah memelihara ikan gabus itu.sekarang karena ulahnya ikan itu hampir mati. Disamping menyesal dia juga takut kalau-kalau perbuatannya diketahui oleh nenek Yamsyaot. Pasti Ker dan adik-adiknya akan dihukum, dikutuk bahkan dibunuh. Oleh karena itu timbullah niat dalam hatinya untuk membunuh ikan gabus itu. ia akan menghabisi ikan itu tanpa sepengetahuan nenek Yamsyaot. Tetapi sebelum menjalankan niatnya, terlebih dahulu ia bermusyawara dengan adik-adiknya. Pada mulanya adik-adiknya tidak setuju dengan niat kakaknya itu. beberapa hari kemudian, diadakan lagi perundingan. Akhirnya mereka sepakat untuk mebunuh ikan gabus yang besar dan gemuk itu.


Anak perempuan dari Suku Asmat, Papua.


Dalam mengadakan musyawara, mereka tidak mengikut sertakan si bungsu Taraot. Taraot sangat dikasihi oleh nenek Yamsyaot. Ia adalah anak perempuan satu-satunya dari ketujuh saudara itu. setelah semua rencana ditetapkan, maka mereka menunggu saatnya nenek Yamsyaot pergi menokok sagu. Tempat itu jauh, biasanya nenek Yamsyaot pergi untuk beberapa hari lamanya.

Sekarang saat yang dinantika telah tiba, pagi sekali nenek Yamsyaot telah berangkat ia berpesan kepada cucunya.

“Ker, engkau anak yang tertua dalam keluarga ini. Nenek berharap engkau dapat menjaga adik-adikmu, dan bertanggung jawab atas segala sesuatu sepeninggalan nenek. Tinggallah kalian baik-baik dirumah, makanlah sagu yang sudah nenek sediakan di dapur.”

Demikian pesan nenek Yamsyaot kepada Ker dan adik-adiknya. Kemudian nenek itu berbalik kepada Taraot, dan menyampaikan pesan pada gadis kecil itu.

“Taraot cucuku, tinggallah bersama kakak-kakakmu dan patuhilah apa yang dikatakan oleh Ker. Tetapi bila engkau tidak diperhatikan dan tinggal sendiri, ikutlah nenek ketempat menokok sagu. Nenek akan memberi tanda (petunjuk jalan) ketempat itu. setelah berkata demikian berangkatlah nenek Yamsyaot.

Sepeninggalan nenek itu Ker dan adik-adiknya bersiap untuk menjalankan rencana mereka. Mereka lalu turun kesungai, mereka membunuh ikan gabus milik nenek Yamsyaot. Ikan itu kemudian dipotong-potong dan diaduk dengan sagu. Setelah dibungkus dengan daun sagu (daun rumbia) lalu dibakar. Pekerjaan itu dilakukan tanpa sepengetahuan Taraot. Bahkan setelah makanan itu masak, Taraot tak diberi sedikit pun. Mereka khawatir Taraot akan menanyakan dari mana asal makanan itu. Kalau Taraot mengetahui, pasati ia akan memberitahukannya pada nenek Yamsyaot. Tentu saja mereka akan dihukum.

Taraot ternyata mengetahui juga segala apa yang dilakukan oleh kakak-kakaknya. Tanpa sepengetahuan mereka Taraot telah mengintip pekerjaan mereka. Taraot mendengar pembicaraan-pembicaraan mereka sejak beberapa hari sebelumnya. Ia baru keluar dari persembunyiannya setelah kakak-kakaknya menghabiskan makanan itu, ia berpura-pura lapar sekali. Ia meminta makanan dari kakak-kakaknya. Tetapi makanan itu sudah habis dimakan. Tak ada sisa sedikitpun untuk diberikan pada Taraot. Taraot mulai merajuk dan mengatakan, ia akan melaporkan perbuatan mereka pada nenek Yamsyaot.

“Kakak-kakak telah memakan makanan yang lezat, akan tetapi tak sedikpun disimpankan untukku. Biarlah aku akan menyusul nenek”.

Mendengar kata Taraot, maka Ker berkata” pergilah menyusul nenek.memang hanya engkaulah yang dikasihinya. Kami akan pergi dari tempat ini dan engkaulah yang akan mendapatkan seluruh warisannya.

Setelah berkata demikian, Ker dan adik-adiknya bersiap-siap untuk melarikan diri sejauh-jauhnya. Mereka berusaha lari sejauh-jauhnya sebelum Taraot menemui nenek Yamsyaot. Taraot pasti mengadukan perbuatan mereka. Tinggallah Taraot sendiri. Ia merasa dongkol dan marah. Ia pun segera menembus hutan-hutan sagu untuk menemui neneknya. Tak lupa ia memungut dan mengumpulkan tulang-tulang ikan yang di buang kakak-kakaknya. Semua itu akan diserahkan pada nenek Yamsyaot sebagai bukti perbuatan mereka.

Taraot akhirnya sampai didusun sagu tempat nenek Yamsyaot menokok sagu. Dari jauh ia telah memanggil-manggil nama neneknya.

Nenek,nenek! Kau dimana? Ini cucumu Taraot!”beberapa kali ia memenggil demikian. Akhirnya terdengar juga oleh neneknya. Nenek Yamsyaot sangat senang mendengar suara cucunya. Kemudian ia menjawab dengan penuh kegirangan.

“Mari cucu ku sayang! Kenapa engkau datang sendirian mana, kakak-kakak mu?mengapa tidak seorang pun yang mengantarkanmu kesini?” maka berkatalah Taraot dengan sedih bercampur marah.

“Ah…. Nenek. Kakak-kakak itu tidak lagi sayang kepada saya, Mo. Mereka sudah benci kepada saya. Ketika saya lapar mereka tidak memberikan saya makanan. Bahkan semua makanan dihabiskan oleh mereka. Itulah sebabnya saya menyusul nenek ke sini.”

Setelah mendengar pengaduan Taraot, nenek Yamsyaot meraihnya agar dekat. Kemudian nenek itu menghibur cucunya.

“Sudahlah Taraot, jangan merajuk juga. Nanati kita makan bersama-sama disini. Nenek sudah menyediakan sagu bakar. Juga ada udang yang enak dari kali kecil itu. anak laki-laki selamanya tak dapat diharapkan. Padahal nenek telah mengatakan agar mereka sentiasa melindungimu. Ternyata mereka berbuat sebaliknya. Ayo mari kita makan.”

Kemudian mereka makan dengan lahapnya, Taraot sangat lapar. Sehingga ia makan banyak sekali.

Setelah selesai makan, dalam waktu beberapa saat kemudian kantuk mulai menyerang Taraot. Ia tertunduk di bawah pohon dan kepalanmya terangguk-angguk. Melihat cucunya terkantu-kantuk demikian nenek Yamsyaot merasa kasihan. Ia lalu mengangkat cucunya itu. memangkunya sambil membelai-belai kepalanya. Alangkah terkejutnya nenek Yamsyaot tak kala suatu benda menusuk telapak tangannya. Setelah diteliti ternyata sepotong tulang ikan. Rupanya Taraot meletakkan tulang ikan gabus sisa makanan kakak-kakaknya itu di rambutnya. Nenek membangunkan Taraot dan bertanya.

“Mengapa engkau tidak minta tolong kepada kakak-kakak mu untuk mencari kutu di kepalamu ini? Coba liat banyak sekali tulang iakan di kepalamu, dari mana tulang-tulang iakan ini?”

“Nenek! tadi saya sudah katakana, mereka tidak peduli lagi dengan saya tulang-tulang ikan itu adalah bekas makan mereka yang dilemparkan kekepala saya.”

Demikian jawab Taraot kepada neneknya. Kemudian dengan manja lagi ia menyusupkan kepalanya ke bahu neneknya. Tetapi nenek Yamsyaot mendorong tubuh Taraot kedepan, lalu menanyakan apa sebabnya. Nenek Yamsyaot mulai merasa curiga ketiaka memperlihatkan tulang-tulang ikan itu. nalurinya mengatakan bahwa itu adalah tulang seekor ikan gabus yang sangat besar.

Taraot lalu menceritakan bahwa kakak-kakaknya telah menangkap seekor ikan gabus yang sangat besar. Menurut dugaanya ikan itu adalah ikan yang dipelihara nenek Yamsyaot. Ikan itu telah dipotong-potong lalu dibakar, mereka telah menghabiskan ikan itu. beserta sagunya. Mereka tidak memberi sedikitpun kepadanya. Mendengar hal itu nenek Yamsyaot menjadi berang, ia lalu bertanya lagi.

“apakah ikan itu yang terikat disungai dengan seutas rotan?”

“benarlah nek. Saya lihat mereka menariknya dengan rotan.”

Mendengar perkataan itu nenek Yamsyaot semakin marah. Disaat itu juga ia menuduh cucunya itu bersekongkol dengan keenam kakak-kakaknya. Ia datang kesitu hanya untuk mengelabui nenek Yamsyaot.

Amarah nenek itu tak tertahankan lagi. Taraot diangkatnya tinggi-tinggi lalau dilemparkannya keatas pucuk pohon sagu. Taraot tersangkut disana. Kemudian nenek yang bengis itu menyuruh cucunya mengeluarkan suara: khar,khar,khar.
Sejak saat itu Taraot berubah jadi seekor katak, itulah cerita asala mula adanya katak dibumi Asmat hingga saat ini.

sumber : http://catatanflo.blogspot.com/2013/01/cerita-rakyat-papua-asal-mula-katak-di.html

"MENCURI"







Suatu malam Pace Yaklep pergi mau mencuri. Ternyata rumah yang diincar sudah dikasih pagar tinggi dan tembok tinggi sekeliling rumah.



Pace : "Ko kira sa tra bisa mencuri kah, biar ko kasih tembok sa tetap bisa panjat ko pu tembok. Ko liat saja."

Lalu Pace dia panjat tembok tinggi itu. Pemilik rumah liat ada orang yang mau mencuri dia berteriak keras: "Heeyy...!! Pencuri kah..! Ko cepat turunnn...!"

Pace dia kaget dan hampir jatuh, tapi dong balik marah ke Pemilik rumah:
"Hey bapa... coba ko pu cara tegur itu yang baek kah ?! memang sa pencuri, tapi kalo ko berteriak, sa kaget, truss sa jatuh.... siapa yang bayar ongkos rumah sakit?. Sa pu anak siapa yang kasih makan..? Saya toh belum mencuri, saya baru lewat ko pagar baru ko su teriak...!"

"????!!"

Minggu, 13 Juli 2014

TNI Kembali menemukan 1 Pucuk pistol


Nabire - Tanggal 12 juli 2014 tepatnya pada pukul 11:30 WIT anggota Unit inteldim 1705/PN berhasil menemukan 1 pucuk senjata laras pendek (Pistol) di daerah Kalisemen KM 25 Topo Distrik Uwapa Kab.Nabire.
 Penyergapan terhadap 2 orang OTK tersebut berawal dari informasi yang di peroleh bahwa ada dua orang yang membawa senjata api jenis pistol di daerah Kelisemen. Menanggapi informasi tersebut, Dandim 1705/PN kemudian langsung membentuk tim khusus untuk melakukan Patroli di sekitar daerah Kalisemen.
Kemudian sekitar pada pukul 13:30 WIT tim yang melakukan patroli tersebut mencurigai 2 orang yang yang di duga OTK yang bersembunyi di sebuah honai di dekat hutan. Kemudian tidak lama kemudian aparat Kodim 1705/PN melakukan penyergapan terhadap dua orang tersebut dan berhasil menyita 1 pucuk Pistol, 1 buah magazen dengan 13 butir munisi. Dalam kejadian ini tidak ada kerugian yang di timbulkan, korban jiwa baik aparat maupun masyarakat yang ada di sekitar TKP.
Di duga kedua orang tersebut adalah anggota GSP Bersenjata yang beroprasi di daerah Nabire, yang selama ini menjadi incaran aparat karena sering melakukan aksi kekerasan terhadap warga sekitar. Di harapkan bagi masyarakat yang menemukan atau melihat orang atau kelompok dengan gerak – gerik mencurigakan, harap segera melapor kepada aparat sekitar untuk mencegah terjadinya aksi kriminal yang merugikan masyarakat

Rabu, 09 Juli 2014

Pilpres di Papua berlangsung aman

Jayapura - Pelaksanaan Pemilihan Presiden di Papua berjalan aman. Beberapa  ancaman dari kelompok sipil bersenjata (KSB) yang akan melakukan penyerangan terhadap objek vital serta pos-pos TNI-Polri pada saat pemungutan suara 9 Juli 2014 ternyata tidak terjadi. Potensi-potensi kerawanan konflik yang sebelumnya diprediksi akan menimbulkan kerusuhandan sebagainya sampai saat ini telah berhasil diredam. 


Sementara itu hasil penghitungan suara rencananya akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Juli 2014 mendatang. Untuk saat ini masyarakat baru bisa mengetahui hasil penghitungan suara yang diumumkan oleh beberapa lembaga survey melalui quick count. Ada beberapa lembaga survey yang menyatakan bahwa pasangan nomor urut 1, yaitu Prabowo Subianto-Hatta memenangkan Pilpres. Sebaliknya beberapa lembaga survey lain menyatakan pasangan nomor urut 2, yaitu Joko Widodo-Jusuf Kalla yang memperoleh suara lebih banyak. Dalam menyikapi situasi seperti ini, masyarakat diharapkan untuk bersikap dewasa dalam menyikapi perbedaan dan menunggu hasil resmi yang akan dikeluarkan oleh KPU. 

Siapapun presiden/wakil presiden yang akan terpilih nantinya diharapkan masyarakat tetap dapat bersikap dewasa. Jangan ada yang saling bermusuhan, karena persatuan dan kesatuan adalah hal yang utama dalam membangun bangsa dan negara Indonesia serta mempererat tali silaturahmi dalam bermasyarakat. Semoga presiden yang terpilih nantinya dapat membawa serta memimpin Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun kedepan menjadi negara yang makmur, adil dan sejahtera untuk rakyat

Senin, 07 Juli 2014

Helikopter Sudah Beroperasi Mendistribusikan Logistik di Daerah Terpencil

Jayapura – Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs. Christian Zebua, M.M. mengungkapkan, pelaksanaan Pemilihan presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia di Papua secara umum aman.
“Saya melihat Papua tidak sama dengan Jakarta, justru daerah rawan kemarin pada saat pemilihan Calon legislatif. Sekarang kan, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Nah, yang kita khawatirkan sedikit adanya gangguan keamanan yang beda paham dengan kita,” kata Pangdam kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan pemangku kepentingan di Papua yang berlansung di Koridor Makodam XVII/Cenderawasih, Senin (7/7) kemarin.
Masalah antar pendukung, Pangdam juga menganggap tidak terlalu segnifikan untuk mereka berbuat sesuatu. Namun yang perlu diantisipasi adalah yang berbeda paham, seperti kelompok-kelompok kriminal bersenjata yang selama ini mengganggu rakyat dan keamanan.
Secara umum, kata Pangdam, konflik yang terjadi di Papua lebih dominan konflik vertikal dan TNI/Polri sudah melakukan langkah-langkah pencegahan.
“Ada langkah-langkah pencegahan yang dilakukan untuk meminimalisir terhadap kelompok-kelompok tersebut,” tandasnya.
Lebih lanjut disampaikan Jenderal bintang dua ini, bahwa situasi keamanan di Papua aman-aman saja.
“Jadi, sampai saat ini masih ada keinginan-keinginan mereka mengamil tindakan untuk mengganggu proses pelaksanaan Pilpres. Tapi dihimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir tentang keamanan, kita bisa menghadapi mereka secara profesional, yang bersenjata jelas kita bertindak keras dan tegas,” ungkasnya.
Pada kesempatan itu, lanjut Pangdam, pihaknya meminta kepada kelompok-kelompok beda paham, agar jangan berkeinginan mengganggu keamanan menjelang Pilpres di Papua.
“Mari kita bersama-sama mensukseskan Pemilu ini,” kata dia.
Sementara itu pendistribusian logistik di Papua, Pangdam, menyatakan bahwa sejak hari ini, dua helikopter melik kodam XVII/Cenderawasih telah mendistribusikan logistik pemilu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
Dimana, rute pendistribusian logistik tersebut diantaranya, Sentani tujuan Sarma, tepatnya di Distrik Apawer hulu. Kemudian dari Apawer hulu landing ke kampung Aurimi tua, selanjutnya akan di dorong dengan speedboat yang terdiri dari. Kampung tamaja, Kampung Airoran, Kampung Murara, Kampung Bina, dan Kampung Sasa Pee. Sementara untuk di Kabupaten Mimika yang sudah didistribusikan logistik di antarnya, distrik Jila, distrik alama.
“Ada beberapa dearah yang belum bisa di drop logistik mengingat cuaca masih gangguan, namun dua helikopter yang sudah di drop logistiknya, yakni Kabupaten sarmi dan rencana akan berlanjut besok,” paparnya.
Untuk Kabupaten Yahukimo, lanjut Pangdam Zebua, pihaknya telah menyediakan tiga helikopter untuk membantu mendistribusikan logistik.
“Kita sudah siapkan pokoknya, dan mudah-mudahan bisa jalan sampai selesai pemilihan presiden dan wakil presiden ini,”jelasnya.
Di tempat yang sama, Kapolda Papua Irjen(Pol) Drs.M Tito Karnavian mengungkapkan, pihaknya mengantisipasi enam daerah yang dianggap rawan, seperti, kabupaten Puncak Jaya, Lanny Jaya, Paniai, Jayawijaya, Yapen, dan Puncak.
“Kami sudah menempatkan pasukan di sana untuk mengantisipasi proses adanya gangguan keamanan di daerah –daerah yang di anggap rawan. Jadi, daerah ini aparat keamanan sangat kuat dilakukan pengamanan, terutama di masing-masing TPS,”ujarnya.

Sumber: Bintang Papua

Cuma 5 menit, untuk masa depan Papua

Kepada seluruh Organisasi Mahasiswa, Paguyuban,  Gereja, Adat, LSM, dan termasuk PNS, TNI/Polisi orang Papua yang ada, agar ikut menyukseskan Pilpres 9 Juli 2014 bsok.

“ Kepada Seluruh Rekan-Rekan di Papua “Pemilu merupakan kegiatan akbar penyaluran aspirasi politik yang menentukan kemajuan bangsa Khususnya di Papua, sehingga seluruh rakyat berkepentingan mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilu 2014. Untuk itu Segera bersama-sama kita sukseskan Pemilu Presiden Indonesia pada tanggal 9 Juli 2014 nanti dengan cara ikut berpatisipasi dalam pesta Demoksratis ini, dan menggunakan Hak pilih yang baik dan benar di TPS bsok.

Seluruh rakyat Papua ikut berpatisipasi dalam pemilihan Presiden bsok, maka secara tidak langsung memberikan dukungan terhadap kemajuan di bumi cendrawasih ini, ingat Cuma 5 menit kita berada di TPS  maka kita sudah membuat perubahan kepada Papua untuk 5 tahun mendatang.

Rabu, 02 Juli 2014

Polisi Tewas Ditikam oleh KNPB


Jayapura – Duka lagi - lagi menyelimuti institut pemerintah yaitu kepolisian. Dua orang anggota kepolisian tewas saat melakukan penggerebekan tempat perjudian di salah satu lokasi yang selama ini menjadi sasaran pihak kepolisian, tepatnya di pasar yotefa distrik abepura, jayapura papua. Dalam kejadian tersebut senjata api milik salah seorang petugas juga ikut di curi.
Kejadian tersebut berawal pada pukul 09:00 WIT, sekelompok KKB sekitar 150 orang yang melakukan judi Dadu dan disertai dengan melakukan penyebaran selebaran untuk memboikot Pemilu Presiden. Mengetahui kejadian tersebut Kemudian pada pukul 15:20 WIT warga sekitar melapor kepada pihak kepolisian. Menanggapi laporan warga tersebut pihak kepolisian yang pada saat itu berjaga di pos, sejumlah 2 orang atas nama Brigpol Hasriadi dan Brigpol Syamsul Huda dengan menggunakan 1 unit motor bersenjata lengkap kemudian langsung melakukan patroli ke TKP.
Setibanya di TKP sekelompok KKB tersebut langsung lari dan membubarkan diri, namun pada saat itu juga beberapa dari mereka melakukan penganiyaan terhadap 2 anggota kepolisian, namun karena masa yang cukup banyak akibatnya kedua anggota tersebut di keroyok dan ditikam, senjata SS1 yang pada saat itu di sandang kemudian di rampas dan di bawa lari oleh pelaku.
Tidak lama kemudian Polisi dari Polsek abepura yang di bantu anggota TNI tiba di tempat kejadian perkara langsung mengamankan TKP dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Jayapura. Sementara anggota yang lain melaksanakan pengejaran terhadap para pelaku.

Di duga kuat KKB tersebut adalah anggota KNPB karena pada saat itu para pelaku juga menyebarkan selembaran yang berisikan pemboikotan terhadap Pilpres.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites